PEMBENIHAN KUDA LAUT Jumat, Des 19 2008 

kuda-5Kuda Laut (Hippocampus) merupakan salah satu jenis ikan hias yang bernilai tinggi. Selain untuk kebutuhan pasar dalam negeri juga memasuki pasaran luar negeri. Dari data yang telah ada kuda laut telah diekspor ke beberapa negara antara lain : Singapura , Hongkong , Taiwan, AS, dan Eropa . Pemasaran kuda laut meliputi dijual hidup untuk ikan hias, dijual kering sebagai bahan ramuan obat tradisional (obat kuat) dan untuk jenis penyakit tertentu.

Benih merupakan salah satu faktor pembatas yang menyebabkan budidaya kuda laut belum berkembang. Dengan keberhasilan rekayasa teknik pembenihan kuda laut di Balai Budidaya Laut Lampung, maka usaha budidayanya segera dapat dikembangkan sehingga ketergantungan hasil tangkapan di alam dapat dikurangi.

Pemeliharaan Induk

Induk kuda laut yang diperoleh di alam dipelihara di bak beton 5 m3 di laboratorium. Di dalam bak dibuatkan tempat bertengger berbentuk prisma (piramid) dari bambu. Pemberian pakan 2-3 kali sehari adlibitum yaitu pada pagi, siang dan sore hari, berupa udang rebon dan udang jambret.

Pemijahan dan Pengeraman

Kuda laut dapat memijah secara alami di bak terkontrol, telur hasil pijahan akan dierami oleh induk jantan. Setelah terjadi pemijahan, induk jantan dipisahkan atau tetap bersama dengan induk yang lain. Lama pengeraman lebih kurang 10 hari. Sebaiknya induk dihindarkan dari hal-halyang menyebabkan stress yang mengakibatkan juwana dikelurakan sebelum waktunya (premature) sehingga tidak mampu bertahan hidup lebih lama.

Kelahiran Juwana

Induk jantan yang sudah mengerami telur pada hari ke-9 dipindahkan ke bak lain yang telah disiapkan sebelumnya. Pada hari ke-10 juwana akan dikeluarkan dari kantung jantan. Pengeluaran juwana umumnya pada malam hari. Setelah seluruh juwana dikeluarkan, induk jantan dipindahkan ke bak pemeliharaan induk.

Padat Penebaran

Juwana dapat dipelihara di tempat terlindung maupun yang terkena sinar matahari langsung. Pemeliharaan di bak beton maupun di bak fibreglass memberikan hasil yang cukup baik. Pada penebaran juwana umur 1 hari (D!) adalah 1-5 ekor / liter.

Penyiapan dan Pemberian Pakan

Nauplii Copepoda
Nauplii Copepoda dapat digunakan sebagai pakan awal juwana kuda laut umur 1 – 15 hari. Copepoda dapat dikultur di air laut (25-30 ppt) ditambah pupuk organik selama 5-8 hari. Nauplii Copepoda dipanen dengan plankton net 60 mikron.

Artemia
img-artemia-nauplius-microscopyNauplii artemia baru diberikan setelah juwana berumur 14 hari. Kista artemia dapat ditetaskan dalam fibreglass, yang pada bagian bawahnya berbentuk kerucut dan berwarna terang, diisi air laut bersih dan diberi aerasi kuat. Telur akan menetas setelah 19-24 jam pada temperatur kamar.

Kualitas Air Pemeliharaan

Parameter
Induk
Juwana
DO (ppm)
Temperatur (oC)
Salinitas (ppt)
pH
5-6
27-29
32-34
5-6
27-31
31-33
7,8-8,2

Pengganti Air dan Penyiponan

enggantian air dilakukan setiap hari mulai hari ke-3 sebanyak 5-50% sampai umur 30 hari. Sebelum dilakukan penggantian air terlebih dahulu dapat dilakukan penyiponan untuk membersihkan kotoran dan sisa pakan yang mati dan mengendap di dasar bak. Bila kotoran dan sisa pakan yang mati tidak dibuang akan membusuk dan mengakibatkan menurunnya kualitas air. Penyiponan hendaknya dilakukan dengan hati-hati, untuk menghindari teraduknya kotoran. Sebaiknya pengudaraan dihentikan terlebih dahulu selama penyiponan.

Phytoplankton

Phytoplankton misalnya Tetraselmis atau dari jenis lain dapat ditambahkan ke dalam bak pemeliharaan. Kepadatan phytoplankton dapat bervariasi sesuai kebutuhan, 50-300 ribu sel/ml untuk Tetraselmis. Penambahan phytoplankton selain berperan penting untuk memperbaiki kualitas air juga berfungsi untuk pakan Copepoda dan Artemia

alge2_168


Petumbuhan

Pertumbuhan juwana kuda laut cukup baik dengan parameter panjang tubuh dan berat badan sebagai berikut :

Umur (Hari)
Panjang Tubuh (Cm)
Berat Badan (Gram)
1
20
30
0,5-0,6
3,00
3,97
0,028
0,125
0,206

Kelulusan Hidup

Kelulusan hidup pemeliharaan juwana kuda laut diluar laboratorium adalah sebagai berikut :

Jumlah Awal (ekor) D1
Jumlah Akhir (ekor) D30
SR (%)
5.500
7.040
5.300
4.000
1.281
2.710
1.500
1.000
23,3
38,5
34,9
25,0

Kuda laut yang mempunyai nilai ekonomis, cukup baik dan dapat dikembangbiakan di panti pembenihan. Hal ini diharapkan akan mampu mendorong perkembangan budidaya dimasa yang akan datang, sehingga ketergantungan akan hasil tangkapan dari alam dapat diatasi.

Hak Cipta 2003, Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

Iklan

Hello world! Senin, Des 15 2008 

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!